Berita Paling Aktual Dan Terpercaya

Menurut Pengacara Hanya Karena Pilkada Ahok Di Jerat Dengan Kasus Penodaan Agama

Menurut Pengacara Hanya Karena Pilkada Ahok Di Jerat Dengan Kasus Penodaan Agama
Ahok Bersama Tim Penasehat Hukum

Jakarta Top News, Jakarta - Menurut anggota tim penasehat hukum Basuki Tjahaja Purnama, I Wayan Sudirta mengatakan salah satu saksi yang akan di hadirkan adalah mantan ketua Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Muhammad Hatta.

Dalam persidangan kasus dugaan penodaan agama ke-16 hari ini, Wayan menjelaskan, Hatta dihadirkan karena pernah menangani kasus serupa yang menjerat Gubernur DKI Jakarta nonaktif, saat masih bertugas dulu.

Untuk itu tim penasihat hukum berharap kesaksian Hatta bisa menjadi bahan pertimbangan saat Majelis Hakim mengambil keputusan.

"Kami akan menghadirkan ahli yang mantan hakim petinggi dan juga pernah mengadili kasus tentang penodaan agama, jadi nanti bisa dicermati apakah pak Basuki benar menistakan agama padahal sebenarnya nggak. Kami ingin memperjelas supaya gamblang," kata Wayan kepada wartawan di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Rabu (29/3/2017).

Hatta meyakini, kliennya tidak pernah ada maksud untuk melakukan penodaan apalagi penistaan terhadap agama Islam. Walaupun dalam pidatonya di Pulau Pramuka pada 29 September 2016 silam sempat menyinggung surat Al Maidah ayat 51.

"Pak Basuki dalam pidatonya di Kepulauan Seribu tidak ada niat dan tidak ada maksud menodai agama Islam. Ada yang lebih banyak melakukan daripada bapak Basuki dia tidak diapa-apain, kenapa Basuki dijadikan perkara seperti ini karena masalah Pilkada," katanya.

Menurutnya saat bersaksi Hatta akan menjelaskan kepada masyarakat dan majelis hakim apakah kasus penodaan agama ini dapat terus dilanjutkan atau tidak. Namun, dia belum bisa memberikan penjelasan mengenai apa yang nantinya disampaikan oleh saksi tanpa memiliki Berita Acara Pemeriksaan (BAP) itu.

"Silakan dengar Pak Hatta nanti berapa kasus yang dia tahu tentang kasus sejenis ini. Nanti akan terang-benderang kenapa kasus yang sama seperti ini tidak sampai pengadilan. Ya karena ada orang yang ingin menghalangi pak Basuki melakukan pelayanan (gubernur)," katanya.

Sedangkan dalam persidangan kali ini akan ada tujuh ahli yang diajukan tim penasihat hukum Ahok untuk menyampaikan keterangan meringankan, salah satunya adalah Rois Syuriah PBNU KH. Masdar Farid Mas'udi yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia.

Berikut ketujuh nama ahli yang akan dihadirkan ke tengah persidangan:

1. Prof. Dr. Bambang Kaswanti Purwo-Ahli Bahasa (Guru Besar Linguistik Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta).

2. Dr. Risa Permana Deli-Ahli Psikologi Sosial (Direktur Pusat Kajian Representasi Sosial dan Laboratorium Psikologi Sosial Eropa).

Ahli-ahli yang tidak di-BAP: 3. Prof. Dr. Hamka Haq-Ahli Agama Islam (Wakil Ketua Mustasyar Persatuan Tarbiyah Islamiyah - Perti).

4. KH. Masdar Farid Mas'udi-Ahli Agama Islam (Rois Syuriah PBNU 2015-2020 dan Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia-DMI).

5. Dr. Muhammad Hatta, SH-Ahli Hukum Pidana (Praktisi Hukum dan Pensiunan Wakil Ketua Pengadilan Tinggi DKI Jakarta).

6. Dr. I Gusti Ketut Ariawan, SH, MH-Ahli Hukum Pidana (Dosen Hukum Pidana Universitas Udayana, Denpasar).

7. Dr. Sahiron Syamsuddin-Ahli Agama Islam (Dosen Tafsir Alquran UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta).

Dalam perkara ini Ahok didakwa melakukan penodaan agama karena mengutip surat Al-Maidah ayat 51 saat kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu. JPU mendakwa Ahok dengan dakwaan alternatif antara Pasal 156 huruf a KUHP atau Pasal 156 KUHP.


Sumber : http://www.tribunnews.com/metropolitan/2017/03/29/pengacara-ahok-dijerat-kasus-dugaan-penodaan-agama-karena-pilkada?page=all


Baca Juga :

WWW.KASQQ.COM
Agen BandarQ | BandarQ Online | BandarQ Online Terpercaya | Situs BandarQ | Situs Poker | Poker Uang Asli|Situs Judi Online | Situs Judi Online Terpercaya
0 Komentar untuk "Menurut Pengacara Hanya Karena Pilkada Ahok Di Jerat Dengan Kasus Penodaan Agama"

Back To Top