Sponsored Utama

Tercyduk..!!! Kelompok Saracen, Kelompok Profesional Penyebar Kebencian Dan SARA Di Medsos

Tercyduk..!!! Kelompok Saracen, Kelompok Profesional Penyebar Kebencian Dan SARA Di Medsos

Tercyduk..!!! Kelompok Saracen, Kelompok Profesional Penyebar Kebencian Dan SARA Di Medsos
Kelompok Penyebar Hate Speech dan SARA


Jakarta24 - Petugas Patroli Siber Bareskrim Polri berhasil meringkus para pelaku penyebar kebencian dan konten yang berunsur menjelekkan suatu suku agama ras dan antar golongan (SARA) di media sosial. Kelompok ini beraksi sejak tahun 2015 dan kelompok bernama Saracen ini bekerja secara profesional dan memiliki ribuan akun media sosial. mereka memasang tarif hingga puluhan juta rupiah.

Kasubdit 1 Direktorat Tindak Pidana Siber Breskrim Polri Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan, tiga orang yang berhasil ditangkap adalah masing-masing berinisial JS (32), SRN (32),  MFT (32). "Kelompok Saracen memiliki struktur sebagaimana layaknya organisasi pada umumnya dan telah melakukan aksinya sejak bulan November 2015" ujarnya di Kompleks Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (23/8).

Dari ketiga orang yang berhasil diringkus masing-masing mempunyai tugas tersendiri yaitu JAS berperan sebagai ketua kelompok Saracen, MFT sebagai koordinator bidang media dan informasi dan SRN sebagai koordinator grup wilayah Jawa Barat.

Ketiga pelaku di tangkap di tempat yang berbeda yaitu JAS ditangkap di Pekan Baru, Riau pada 7 Agustus 2017 lalu MFT ditangkap di kawasan Koja, Jakarta Utara pada 21 Juli 2017 sedangkan SRN ditangkap di Cianjur, Jawa Barat pada 5 Agustus 2017.

Dari tangan pelaku berhasil disita barang bukti berupa, dari JAS ada 50 simcard dari berbagai operator, 5 hardisk CPU, 1 HD laptop, 4 handphone, 5 flashdisk serta 2 memory card. Dari tangan MFT polisi menyita 1 handphone, 1 memory card, 5 simcard dan 1 flashdisk dan dari SRN polisi juga menyita 1 laptop dan hardisk, 2 handphone, 3 simcard dan 1 memory card jelas Irwan.

Tercyduk..!!! Kelompok Saracen, Kelompok Profesional Penyebar Kebencian Dan SARA Di Medsos
Kelompok Penyebar Hate Speech dan SARA


Dia menambahkan, JAS yang menjadi ketua dalam jaringan Saracen merupakan otak kejahatan Siber ini dan memiliki kemampuan di atas rata-rata anggotanya. "Dia memiliki kemampuan untuk merecovery akun anggotanya yang diblokir dan bantuan pembuatan berbagai akun baik yang bersifat real, semi anonymous, maupun anonymous," ungkap Irwan.

Sedangkan MFT bertugas memproduksi dan menyebarkan konten ujaran kebencian berbau SARA melalui sejumlah media sosial. Dia juga yang mengunggah meme atau foto editan bernuansa kebencian melalui akun pribadi miliknya.

"SRN melakukan ujaran kebencian dengan melakukan posting atas namanya sendiri maupun membagikan ulang posting dari anggota Saracen yang bermuatan penghinaan dan SARA menggunakan akun pribadi dan beberapa akun lain yang dipinjamkan oleh tersangka JAS," kata Irwan.

Dalam aksinya, Saracen membuat konten hate speech dan isu SARA untuk menyerang tokoh atau kelompok tertentu, termasuk partai politik sesuai dengan isu yang tengah berkembang. "Mereka menyiapkan proposal. Dalam satu proposal yang kami temukan, itu kurang lebih setiap proposal nilainya puluhan juta rupiah," kata Irwan.

Namun Irwan enggan mengungkap siapa saja yang pernah menggunakan jasa Saracen ini. "Masih dalam pendalaman. Tapi kurang lebihnya seperti itu (melalui sistem pemesanan)," ujarnya.
Baca Juga : Pemilik Akun Ringgo Abdillah Seorang Pelajar SMK Yang Injak Foto Presiden Jokowi Di Tangkap Polrestabes Medan

Untuk menjalankan aksinya menyebar konten ujaran kebencian, Saracen memiliki akun yang mencapai ribuan. "Misalnya kurang lebih 2.000 akun itu dia membuat meme menjelek-jelekkan Islam, ribuan lagi kurang lebih hampir 2.000 juga menjelek-jelekkan kristen. Itu yang kemudian tergantung pemesanan," kata Irwan.

Sementara itu, Kasubag Ops Satgas Patroli Siber Bareskrim Polri AKBP Susatyo Purnomo menambahkan bahwa nominal yang ditawarkan oleh Saracen bisa mencapai Rp 100 juta dalam setiap proyek ujaran kebencian dan SARA. "Dia menawarkan ya senilai Rp 75 juta sampai Rp 100 juta, itu atas proposal ya," tambah Susatyo.

Susatyo mengungkapkan, salah satu pelaku perempuan yang ditangkap dengan inisial SRN adalah Sri Rahayu Ningsih alias Ny Sasmita yang pada 5 Agustus 2017 lalu diciduk oleh Satgas Patroli Siber Bareskrim Polri dari rumah kontrakannya di Cianjur. Sri ditangkap karena terbukti telah menghina Presiden Joko Widodo melalui postingan di media sosial Facebook. Selain itu dia juga menyebarkan ujaran kebencian dan SARA serta berita bohong atau hoax melalui akun Facebook miliknya.


"Iya, SRN itu Sri Rahayu Ningsih. Di Saracen sebagai koordinator wilayah Jawa Barat," ujar Susatyo.

Tercyduk..!!! Kelompok Saracen, Kelompok Profesional Penyebar Kebencian Dan SARA Di Medsos
Kelompok Penyebar Hate Speech dan SARA


Soal motif pelaku, Kombes Irwan Anwar mengatakan para pelaku beraksi demi mendapatkan keuntungan ekonomi. "Pengakuan sementara para pelaku, motifnya adalah ekonomi. Karena mereka juga punya media online, mereka juga share kontennya sehingga mendapat rating tinggi," kata Irwan.

Dari penelusuran polisi, Saracen memiliki banyak akun grup yang menjadi sarana menyebarkan hate speech dan konten SARA. "Di antaranya yaitu grup Facebook Saracen News, Saracen Cyber Team, dan berbagai grup lainnya dengan pemilihan nama yang menarik bagi para netizen untuk bergabung," ujarnya.

Saat ini polisi masih terus mencari tersangka baru lain yang merupakan admin jaringan Saracen. Polisi juga akan memburu pihak-pihak yang pernah menjadi klien Saracen. "Ya kita akan kembangkan. Kita masih membidik admin-admin lain, atau group-group lain yang memiliki modus yang serupa dengan kelompok ini," pungkasnya.

Atas perbuatannya, JAS dikenakan tindak pidana ilegal akses sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46 ayat 2 jo Pasal 30 ayat 2 dan atau Pasal 46 ayat 1 jo Pasal 30 ayat 1 UU ITE Nomor 19 tahun 2016 dengan ancaman 7 tahun penjara.

MFT dikenakan tindak pidana ujaran kebencian atau hate speech dengan konten SARA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45A ayat 2 jo Pasal 28 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dengan ancaman 6 tahun penjara, dan atau Pasal 45 ayat 3 jo Pasal 27 ayat 3 UU ITE dengan ancaman 4 tahun penjara.

Sedangkan SRN dikenakan tindak pidana ujaran kebencian atau hate speech dengan konten SARA sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45A ayat 2 jo Pasal 28 ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan UU ITE dengan ancaman 6 tahun penjara, dan atau Pasal 45 ayat 3 jo Pasal 27 ayat 3 UU ITE dengan ancaman 4 tahun penjara.

Sumber Berita : https://www.merdeka.com/peristiwa/sepak-terjang-saracen-kelompok-profesional-penebar-kebencian-di-medsos.html

Tim Editor : Tim JakartaTopNews








WWW.TIKIQQ.COM
Agen Bandarq, Bandarq, Domino99, Dominoqq, Domino Qiu Qiu, Agen Domino99, Agen Dominoqq, Agen Domino Qiu Qiu, Qiu Qiu Online

TikiQQ

1 comment:

  1. SELAMAT DATANG DI WEBSITE KAMI WWW.MEDIAQQ.Net

    Semuanya hanya ada di WWW.MEDIAQQ.Net

    Kami menyediakan 7 jenis permainan ni:
    1. PLAY AduQ
    2. BANDAR POKER
    3. PLAY BANDARQ
    4. CAPSA SUSUN
    5. PLAY DOMINO 99
    6. PLAY POKER
    7. SAKONG

    Untuk masalah deposite dan withdraw kami minimal 15.000 ribu saja.
    Dengan 15.000 ribu saja sudah bisa bermain 7 game tersebut
    dan mencoba hoki masing-masing lo.
    Dan kami akan memproses Deposite dan Withdraw
    cuma dengan waktu kurang dari 5 menit, bagaimana cepat kan bosku.

    MEDIAQQ juga menyediakan layanan live chat 24 jam nonstop.
    Jika bosku mengalami kesulitan dalam mendaftar atau kurang mengerti.
    Anda dapat menghubungi kami melalui livechat,BBM,SKYPE atau pun Facebook.
    Kami akan siap 24 jam bosku untuk melayani anda
    dan mengatasi semua keluhan anda.

    Kami juga mempunyai macem-macem bonus bosku:
    1. BONUS TURN OVER 0.3%
    2. BONUS REFFERAL 20%

    yuk buruan daftarkan diri anda ke website kami di WWW.MEDIAQQ.Net

    ReplyDelete

Powered by Blogger.